Ada begitu banyak marga arab di dunia ini, termasuk di Indonesia. Ada yang keturunan nabi, ada juga yang bukan. Salah satunya marga Al-Mahdali. Ibu saya punya nama keluarga "Al-Mahdali" di belakang namanya. Di kampung ada banyak sekali keluarga ibu saya yang arab. Selain Al-Mahdali ada juga Al-Haddad, Assegaf dan entahlah, yang saya tau cuma dua itu doang.
Bukannya malas nyari tau. Saya pribadi gak terlalu mikirin fam keluarga. Iya, kita arab, orang-orang juga bisa tau melalui hidung kita yang mancung ini, sebatas itu saja. Tapi lama kelamaan ada hal mengganjal dan bikin saya jadi bertanya-tanya.
Al-Mahdali itu termasuk keturunan nabi atau bukan?
Saya menganggap kalo "Al-Mahdali" ini hanya keturunan arab biasa doang, toh ibu saya yang arab menikah dengan bapak saya yang ajam, jadi gak mungkin ibu saya yang Al-Mahdali itu keturunan nabi. Syarifah kan harus menikah dengan Sayyid supaya nasabnya tidak putus.
Tapi suatu hari saya pernah melihat teman arab saya di facebook yang bermarga Alydrus memosting ini distatusnya:
"Kumpulan hadis dari dari datuknya marga Al-Mahdaly, Imam Musa Al-Kazim bin Imam Jafar Ash-Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad bin Imam Husein asy-Syahid bin Imam Ali Al-Murtadha wa Sayyidah Fatimah Az-Zahra binti Rasulullah.."
Eh? Nasabnya Al-Mahdali sampe ke Rasulullah? Saya gak salah liat ini? Gak gak gak, mungkin yang mosting ngawur kali. Karena penasaran, saya nanya deh sama yang mosting.
"Assalamualaikum, bolehkah saya bertanya?"
"Wa'alaikum salam, silahkan"
"Tau nasab lengkap dari Al-Mahdali gak? Ibuku bermarga Al-Mahdali tapi saya tidak tau itu termasuk marga Alawiyyin atau tidak"
"Kalau marga Al-Mahdali itu Al-Musawi, sama kayak Imam Khomeini. Nasabnya dari Imam Musa al-Kazim. Kalau Alawiyyin itu dari Imam Ali Uraidhi."
"Ohhh.. begitu.."
"Saya tanya dulu sama temanku ya"
"Tolong ya, saya penasaran soalnya"
Beberapa hari kemudian dia ngechat saya:
"Assalamualaikum. Ini silsilahnya. Dari Rasulullah sampai Syekh Ali Al-Ahdal" *nunjukin foto silsilahnya*
Nasab Sayyid Ali Al-Ahdal:
-Sayyid Ali bin
-Sayyid Umar bin
-Sayyid Muhammad bin
-Sayyid Sulaiman bin
-Sayyid Ubaid bin
-Sayyid Isa bin
-Sayyid Alwi bin
-Sayyid Muhammad bin
-Sayyid Hamham bin
-Sayyid Aun bin
-Sayyidina Imam Musa al-Kazim bin
-Sayyidina Imam Jafar ash-Shadiq bin
-Sayyidina Imam Muhammad al-Baqir bin
-Sayyidina Imam Ali Zainal Abidin bin
-Sayyidina Imam Husain as-Sibth bin
-Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib
"Al-Mahdali katanya temanku cabang dari Al-Ahdal" Sambungnya.
"Ohh begitu, saya baru tau semua ini" Jawabku singkat.
Saya liat baik-baik tuh silsilah. Aih, mungkin ini benar, tapi saya juga masih ragu. Saya tidak mau langsung percaya begitu saja. Saya harus mencari tau lagi dari yang lain. Saya berterima kasih dengan dia karena udah mau repot-repot membantu saya menelusuri nasab itu.
Kucoba beralih ke instagram buat nyari-nyari informasi. Jangan cela gua karena gak nyari di google. Jangankan di google, catatan sejarahnya Al-Mahdali saja kagak ada.
Saya nemu akun instagram @alawiyyin_history yang ngestory-in "Nama marga-marga Ahlul Bait Rasulullah". Didaftar nama marga Al-Huseini, Al-Ahdal dan Al-Mahdali ada di urutan pertama dan kedua.
Eeehhh?!! Yang bener?
Saya langsung kirim pesan ke akun itu:
"Al-Mahdali yang di Wani sulawesi tengah juga termasuk marga Ahlulbait min?"
"Marganya Ahlulbait.. saya udah sampe sana (berkunjung ke Wani)" Jawabnya.
Masa sih? Masa sih? Saya masih belum yakin. Saya cek kembali story-story @alawiyyin_history itu dan saya nemu Q&A yang dibuat admin beberapa waktu yang lalu.
"Bib apa bedanya marga almahdaly sama al-ahdal?"
"Al-Mahdali pecahan dari marga Al-Ahdal. Dari jalur Imam Musa Al-Kadzim bin Ja'far As-Shadiq"
Ini mirip dengan yang dikatakan teman facebook ku. Al-Mahdali adalah keturunan Rasulullah melalui Imam Hussain - Imam Musa al-Kadzim.
Berarti selama ini ibuku Syarifah dong? Darahnya Ahlulbait ada di dalam badanku juga? Saya jadi merinding sendiri. Untung saja cuma ibu doang yang Syarifah, kalo bapak saya juga Sayyid, bisa mampus saya.
Tau kan? Jika keturunan nabi itu berbuat dosa, dosanya bisa jadi dua kali lipat dibandingkan dengan yang bukan keturunan nabi. Coba bayangin udah berapa banyak dosa yang kulakukan? Belum lagi ditambah jika seandainya saya ini keturunan nabi. Ngeri kan?
Apa saya langsung memvonis kalo marga keluarga saya ini keturunan nabi? Nggak, karena saya sendiri masih ragu, saya butuh banyak bukti lagi. Kalo emang bener marga ini keturunan nabi, jujur saja, pasti ada kebanggaan dalam hati saya ketika mengetahui bahwa ibuku adalah Fatimah az-Zahra.







