Akhir tahun 2019, awal mula bencana ini datang diduga berasal dari pasar hewan liar di kota Wuhan. Ada juga yang bilang kalo virus ini berasal dari sup kelelawar yang dikonsumsi oleh warga di sana.
Entahlah, terlepas dari fakta dan teori konspirasi yang saya dengar, saat saya menulis ini para ilmuan lagi sibuk-sibuknya membuat vaksin dan mencari asal usul virus yang telah merenggut hampir 80 ribu warga di dunia ini.
Kalo memang bener nih virus berasal dari orang yang makan sup kelelawar, tuh orang kebangetan dah. Emang gak ada makanan lain apa? Kenapa harus makan kelelawar coba?
Awalnya ku kira virus ini hanya akan berdampak di Cina saja. Tapi siapa sangka kalo virus ini nyebarnya cepat banget, mendunia kayak lagu Gangnam Style. Perlahan dengan adanya virus ini merubah dunia dengan pola hidup penghuninya yang semula beraktivitas di luar menjadi #dirumahaja.
Untuk kota Palu sendiri baru berdampak pada bulan Maret lalu. Tanggal 15 Maret perkuliahan dialihkan ke kuliah daring, dan kegiatan kampus ditiadakan untuk sementara (jangan dibaca libur).
Bagi sebagian orang mungkin ini kabar yang "menggembirakan" (?) Ada yang senang banget karena bisa libur, sampe di story-in di instagram
"Yei bisik libir"
Girang amat, kayak Dajjal udah nongol aja sambil bagi-bagi melon gratis ama elu.
Gak mikir apa dampak ke depan kalo nih virus masih tetap eksis nyebar kemana-mana kayak tiktok. Iya, dengan "libur" seperti ini kau bisa rebahan seharian, malas-malasan, nonton film, atau keluar rumah jalan-jalan sambil ngelanggar PSBB, ye kan?
Foto: Slow Star


