Donor darah? Itu udah biasa. Kalo donor mata, gimana? Ada yang baru pertama kali dengar hal ini?
Dulu bapak saya pernah minta ditemenin ke rumah sakit, katanya dia kepengen donorin darahnya. Saya iyain dan pergilah kita berdua ke rumah sakit siang hari itu.
Ada tahap-tahap yang harus dilalui sebelum donor darah. Bapakku ditanya-tanya mengenai penyakit jantungnya, obat-obat yang dia konsumsi sebelum datang ke sini, tekanan darahnya, dan lain-lain.
Yap, meskipun sudah tua, bapakku masih layak untuk mendonorkan darahnya. Saya yang saat itu melihat proses pengambilan sampel dan darahnya jadi penasaran, pengen nyoba ikut donor darah juga meskipun rada ngilu gitu. Bapakku juga tidak keberatan, perawat yang juga temannya bapakku itu mau memeriksa darahku.
Tapi setelah diambil sampel dan diperiksa, katanya saya tidak bisa mendonorkan darah. Darah saya terlalu kental. Iya, kental kek susu kntl manis.
Ini berbahaya karena bisa mengganggu kesehatan. Memang ini salahku karena tidak pernah olahraga, makanya darahku jadi kental begini. Mau gimana lagi coba? Gua kan emang malas orangnya pak. Akhirnya saya diomelin habis-habisan sama tuh perawat di depan bapak saya sendiri.
"Kau ini, bapakmu penjual air minum tapi kau sendiri jarang minum!" Kira-kira dia bilang begitulah wkwkwkwk.
Saya diperingati untuk mengurangi begadang, banyak olahraga dan minum air yang cukup.
Karena tidak bisa jadi pendonor darah, saya jadi kesal sendiri. Masa cuma donor darah doang saya gak bisa? Mungkin ada yang bisa saya donorkan ke orang selain darah. Donor ginjal kek, jantung kek, kepala kek, tulang ekor kek, empedu kek, apalah gitu.
Iseng-iseng searching di google, akhirnya nemu artikel mengenai donor mata. Di sini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai apa itu donor mata. Jadi silahkan kalian cari tau sendiri ya!
Tau ndak? kalo komunitas Ahmadiyah itu pendonor mata terbesar bahkan memecahkan rekor dunia. Saya nemu artikel tentang ini di liputan6 dan website resmi Ahmadiyah. Keren sekali, meskipun aliran yang sering dikatain sesat ama orang-orang ini, mereka tetap membantu orang lain. Nggak seperti.. ah sudahlah.
Kayaknya kalo donor mata saya bisa kali ya? Baca-baca artikel Bank Mata Indonesia mengenai persyaratannya mungkin saya bisa jadi pendonor hehe. Lagian ini donor mata lho, jarang ada orang yang mau beginian.
Mendaftarnya ada cara online. Tapi saya masih ragu mendaftarnya karena setau saya di kota Palu sendiri cabang Bank Mata Indonesia belum ada. Saya coba untuk bertanya di grup facebook Forum edukasi mengenai hal ini, kali aja kan ada orang yang udah pernah mendaftar jadi pendonor mata di grup itu.
Banyak juga yang ngerespon. Ada yang jadi penasaran, ada yang serius, ada juga yang nanggapinnya bercanda. Tapi sayang sekali umumu~ *ditampar.
Tapi sayang sekali masih banyak yang belum tau dan paham tentang donor mata (sotoy lu, emang lu tau? *bicara sendiri)
Misalnya seperti komentar ini:
"Buat apa donor mata?"
"Sama seperti halnya buat apa donor darah" Jawabku
"Ohh tapi mata kamu ilang dong?"
"Lah? Wkwkwkwk" *ngelike komennya pake emot ketawa*
Terus ada lagi yang nanya begini:
"Alesan u mau donor mata apa bro?"
"Sama dengan alasannya orang-orang yang ingin donor darah bro"
"Resiko jadi buta 100%.. coba pikir2 lagi gan"
"Pffftt..." *nahan ketawa*
Yakali buta, kan donor matanya dilakukan kalo pendonornya sudah meninggal.
"Buat apa donor mata?"
"Sama seperti halnya buat apa donor darah" Jawabku
"Ohh tapi mata kamu ilang dong?"
"Lah? Wkwkwkwk" *ngelike komennya pake emot ketawa*
Terus ada lagi yang nanya begini:
"Alesan u mau donor mata apa bro?"
"Sama dengan alasannya orang-orang yang ingin donor darah bro"
"Resiko jadi buta 100%.. coba pikir2 lagi gan"
"Pffftt..." *nahan ketawa*
Yakali buta, kan donor matanya dilakukan kalo pendonornya sudah meninggal.
Wajar saja sih mereka nanya begitu. Karena kurangnya sosialisasi dan pemahaman orang-orang tentang donor mata. Makanya pendonor mata di Indonesia itu relatif kurang daripada donor darah.
Postingan saya tersebut akhirnya dimute admin karena di kolom komentar pada ribut semua, mengaitkan hal ini dengan paham agama, padahal saya belum nemu jawaban apapun yang bisa membantu saya untuk menjadi pendonor mata.
Foto: New Game
Foto: New Game



